Teknik Tali Tunggal

(Single Rope Technique)

1)      Simpul (Knot)

a)      Kriteria Simpul

i)        Mudah untuk dibuat dan serba guna

ii)      Mudah dilihat kebenaran lilitannya.

iii)    Aman, dengan ikatan /lilitan tidak bergerak dan tergeser ataupun tertumpuk pada saat dibebani.

iv)    Mudah dilepas/ diurai setelah dibebani.

v)      Mengurangi kekuatan tali seminimal mungkin.

 

b)      Contoh Simpul

i)        Overhand Knot (Simpul Mati)

ii)      Water Knot (Simpul Pita)

iii)    Clove Hitch (Simpul Pangkal)

iv)    Alpine Butterfly Knot (Simpul Kupu-kupu)

v)      Fisherman Knot (Simpul Nelayan)

(1)   Single (Tunggal)

(2)   Double (Ganda)

vi)    Bowline Knot (Simpul Kambing)

vii)  Italian Hitch Knot

viii)            Figure Eight Knot (Simpul delapan)

(1)   Single (Tunggal)

(2)   Double (Ganda)

ix)    Nine Knot (Simpul Sembilan)

x)      Rabbit Knot (Simpul Kelinci)

xi)    Prusik Knot

xii)  Bachman Knot / klemheist Knot

xiii)            Joining Knot (Simpul untuk menyambung tali)

(1)   (Water Knot)

(2)   (Double Fisherman Knot)

(3)   (Double Figure of Eight Knot)

c)      Rekomendasi simpul temali

 

2)      Pengenalan Alat (EQUIPMENT)

a)      Rope (Tali)

Untuk rope access diperlukan alat utama sebagai pengaman berupa tali yang kuat, ringan, punya daya lentur tinggi, cepat kering, dan mudah dibawa.

b)      Hawser laid

Di era awal kegiatan rope access sebelum ditemukan tali jenis kernmantel tali jenis ini menjadi lintasan utama untuk naik maupun turun.

Namun dalam perkembangan selanjutnya mulai ditinggalkan kemudian beralihfungsi hanya sebatas untuk pengaman pada tubuh. Terutama pada kegiatan High Risk Service sederhana.

(Tree Care, Energy and Networks Installation, Framing and Roofing)

c)      Kernmantel

Setelah ditemukan teknologi baru dalam pembuatan konstruksi tali kernmantel, jenis tali ini lebih sering digunakan karena memenuhi kebutuhan rope access dari segi kekuatan dan ketahanan terhadap gesekan. Namun demikian perlu diingat bahwa tali Akan berkurang kekuatannya karena berbagai hal, antara lain gesekan, hentakan, panas, beban pada tali, perawatan dan usia pemakaian.

i)        Kernmantel umumnya dibedakan menurut penggunaannya sesuai dengan Number of Fall (dalam penghitungan Fall Factor) dan Elongation (tingkat kemelaran)

ii)      Dynamic Ropes, mempunyai elongation antara + 8% – 15% biasanya digunakan untuk kegiatan Rock Climbing, Wall Climbing, Ice Climbing

iii)    Semistatic Ropes, mempunyai elongation antara + 5% – 8% biasanya digunakan untuk militer

iv)    Static Ropes, mempunyai elongation +3% – 5% biasanya digunakan untuk kegiatan Canyoning, Caving, High Risk Service

v)      Superstatic Ropes, mempunyai elongation di bawah + 3% Biasanya digunakan untuk kegiatan rescue.

vi)    Kekuatan tali kernmantel pada umumnya memiliki cara penghitungan

22 x D² = Kekuatan tali (Kg)                               *D = diameter tali

vii)  Pada produk yang lain menggunakan perhitungan

22 x A = Kekuatan tali (Kg)                                 *A = ᴨ x r²

viii)            Namun pada proses perkembangannya produsen kernmantel sudah menginformasikan baik Breaking Strength (kekuatan maksimal putus), Breaking Load (kekuatan menerima beban), Elongation (daya kemelaran) maupun Fall Factor (beban Jatuh)

d)     Webbing (Tali Pita)

Webbing adalah tali pita yang terbuat dari bahan nilon yang mempunyai kekuatan hampir sama dengan kernmantle, meskipun   memiliki daya lentur yang lebih besar dan lebih tahan terhadap gesekan. Kegunaannya banyak sekali antara lain adalah Penambatan pada natural anchor (Pohon, Tiang, Lobang tembus, batu tanduk), tangga gantung dan sebagainya.

e)      Connectors

i)        Carabiners

Carabiner atau snaplink adalah cincin kait yang terbuat dari aluminium alloy yang bentuknya beragam dan mempunyai gate yang berfungsi seperti peniti dan mempunyai kekuatan yang bervariasi tergantung pada beberapa hal antara lain logam, bentuk, penampang lintang dan pintunya. Sedang kelemahan dari Carabiner terletak pada pintunya terutama pin engsel dan pin penguncinya.

Ada 3 jenis carabiner:

(1)   Carabiner screw gate (menggunakan kunci pengaman)

(2)   Carabiner non screw Gate (tanpa kunci pengaman)

(3)   Carabiner auto lock (penguncian otomatis)

ii)      Maillon Rapide

Connector jenis ini digunakan untuk menyatukan beberapa alat biasanya sebagai pengait utama pada harness atau tali tubuh

f)       Anchors

i)        Artificial Anchors

(1)   Hammer

(2)   Driver / Hand Drills

(3)   Hangers

(4)   Bolts

(5)   Spits

(6)   Piton (Paku Tebing)

(7)   Nuts / stopper

(8)   Mechanical Nuts (Friends)

g)      Helmets

Dalam kegiatan Rope access diwajibkan memakai pelindung kepala atau helm. Perlengkapan ini berfungsi melindungi kepala dari benda yang jatuh dari atas dan benturan kepala dengan benda lain ketika berkegiatan.

h)      Harness

Alat pengaman untuk mengikat badan yang menahan tubuh dari bahaya jatuh dari ketinggian

i)        Tali Tubuh dengan webbing

ii)      Climbing harness

iii)    Caving harness

iv)    Evacuation triangles

v)      Full body harness

i)        Ascender (Alat Naik)

Alat bantu yang dikaitkan ke tali, memiliki gerigi yang menghadap ke arah bawah. Apabila terbebani akan menahan beban si pendaki tetapi bila didorong ke atas/depan dapat bergerak bebas. Jenis-jenisnya yaitu jammer, croll, basic (mekanis), prusik loops (dijelaskan lebih lanjut di materi Knot / simpul), dll.

i)        Hand Ascender

ii)      Chest Ascender

(1)   Basic

(2)   Croll

iii)    Foot Ascender

(1)   Tibloc

(2)   Shunt

(3)   Pantin

j)        Descender (Alat Turun)

Descender adalah sebuah alat untuk turun dengan tali yang memanfaatkan gesekan tali dan alat tersebut sehingga dapat memperlambat laju kecepatan ketika turun. Tali dapat bergeser pada alat ini sehingga gerakan turun dapat dikontrol dengan baik dan membantu dalam pengereman. Alat ini juga berfungsi ganda sebagai alat belaying.

i)        Figure of Eight

ii)      Simple

iii)    Auto Stop

iv)    Rappel rack

v)      ID’ L & ID ‘S

k)      Belay Devices

Sebuah alat yang fungsinya sama dengan Alat untuk turun dengan tali yang prinsip kerjanya menambah gesekan untuk memperlambat laju kecepatan ketika turun. Tali dapat bergeser pada alat ini sehingga gerakan turun dapat dikontrol dengan baik dan membantu dalam pengereman.

i)        ABC spring plat

ii)      Decelerator

iii)    Reverse

iv)    Grigri 2

v)      Zig-zag

vi)    ASAP

l)        Pulley (Katrol)

Berfungsi sebagai pembelok arah beban pada tali, serta memperingan kinerja saat menarik beban. Memiliki model dengan fungsinya masing-masing.

i)        Ultra legere

ii)      Fixe

iii)    Rescue

iv)    Oscillate

v)      Twin

vi)    Tandem

vii)  Tandem Cable

viii)            Tandem Speed

ix)    ProTraxtion

x)      MiniTraxtion

xi)    MicroTraxion

m)    Entrier, Stair up, Foot Loop, Ladders (Tangga Gantung)

Entrier/Stair up (tangga gantung) fungsinya sama seperti pada tangga umumnya namun di bidang rope access  banyak digunakan ketika menuruni medan yang tidak terlalu tinggi maupun menambah ketinggian untuk menggapai Anchor (penambatan)  Ada dua macam stair up yaitu dari webbing dan dari logam campuran aluminium.

n)      Cows tails

Cows tails alat ini berfungsi sebagai tali pengaman utama yang terhubung dengan harness. Fungsinya untuk mengamankan tubuh kita dari bahaya jatuh. Pada ujung cows tails terpasang Carabiner untuk dikaitkan pada tali lintasan, pada anchor, atau dikaitkan ke ascender.

Ada beberapa jenis Cows tail, terbuat dari webbing flat, terbuat dari tali dinamis, dapat pula dibuat sendiri dari webbing tubular dan dari prusik (diameter minimal adalah 7 mm)

i)      Energyca/Spelegyca

ii)    Tali Dinamis

o)      Rope Protector (Pelindung Tali)

Alat ini berfungsi untuk menghindari tali dari friction (gesekan) langsung dengan dinding atau bidang tajam yang dapat merusak tali

i)        Set Caterpillar

ii)      Protex

iii)    Roll module

p)      Tackle Bag

Berfungsi untuk membawa perlengkapan dalam bekerja dibidang rope access. Dirancang untuk tahan dari gesekan dan terbuat dari bahan yang kuat dibanding dengan kantong lainnya.

3)      Pemasangan Lintasan (Installing ropes and anchors)

4)      Pengenalan Penyelamatan Vertikal (Vertical Rescue)

a)      Teknik Dasar Vertical Rescue

i)        Hauling

ii)      Lowering

b)      Penyelamatan

Daftar Pustaka

Diktat Open Recruitment, ASC, Yogyakarta, 2013

Petzl Catalog Pro 2014

Petzl Sport Catalog 2014

http://www.caves.com

Judson, David, Caving Practice and Equipment. David & Charles Inc. North, Pomfret, Vermont. USA

Photo: www.AnimeteKnot.com

Photo: Bagus Yulianto (ASC Yogyakarta)