sakabaktihusada-temu-saka-cabang
Acara Api Unggun untuk keakraban peserta

Pada tanggal 29-30 Juni kemarin, Dewan Kerja Cabang Kota Yogyakarta mengadakan Temu Saka Cabang (TSC) 2013. TSC kali ini dipusatkan di Hutan Wanagama I, tepatnya di kawasan bed rock. Sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, konsep TSC yang dulu bernama PASAK (Pengenalan Saka) dengan peserta penegak pandega secara umum (non anggota saka), tahun ini peserta TSC berasal dari warga baru satuan karya.

Kegiatan diawali tanggal 29 Juni di Kwartir Cabang Kota Yogyakarta pada jam 09.00 dengan upacara. Sebagai materi pembuka Kak Yayan memberikan pengetahuan mengenai administrasi saka. Setelah itu peserta menuju Hutan Wanagama dengan transportasi yang telah disiapkan panitia.

Tujuan pertama peserta tidak langsung menuju bed rock, seluruh peserta menuju pabrik penyulingan minyak kayu putih. Di sana peserta mendapatkan materi ordinat dari Saka Wanabakti dilanjutkan dengan materi peluit serang oleh pimpinan Saka Bahari. Setelah itu peserta berjalan secara berkelompok menuju bed rock. Selama perjalanan peserta mendapatkan materi penyulingan air dari Saka Bakti Husada. Dan saat tiba di basecamp peserta mendapat materi pemadaman api dari Saka Bayangkara.

Di malam pertama, seluruh peserta dan panitia mengikuti acara api unggun, yang merupakan puncak acara. Di sini seluruh peserta sharing bersama mengenai kegiatan di saka masing-masing. Esoknya peserta melakukan penjelajahan 2 dengan empat pos yang diisi oleh Saka Bakti Husada, Saka Bahari, Saka Bhayangkara, dan Saka Wanabakti sesuai dengan keahlian pada bidangnya. Acara ditutup jam 12 dilanjutkan dengan perjalanan menuju Kwartir Cabang Kota Yogyakarta.

Dalam rangkaian kegiatan ini SBH mengirimkan enam wakilnya, mereka adalah Yannarie, Yuni, Anis, Rokhim, Yudha, dan Saleh. Semoga nantinya ilmu yang mereka dapat dapat disebarluaskan dan dimanfaatkan baik untuk diri sendiri maupun di sekitar mereka.

Selayaknya tunas pohon pisang yang selalu tumbuh berdekatan satu sama lain sehingga akan menguatkan kehidupannya, seperti juga kita yang selalu berdampingan mempererat persatuan antar saka untuk eksistensi PRAMUKA. Salam Pramuka, Salam Saka!.(Maya NH)