Materi SKK Pembinaan Kosmetik

SKK PEMBINAAN KOSMETIK

 

MATERI SKK PEMBINAAN KOSMETIK

 

Pramuka Penggalang

Kosmetik adalah zat perawatan yang digunakan untuk meningkatkan penampilan atau aroma tubuh manusia. Kosmetik umumnya merupakan campuran dari beragam senyawa kimia, beberapa terbuat dari sumber-sumber alami dan kebanyakan dari bahan sintetis.

Bahaya bahan kosmetik :

Merkuri

Merkuri adalah logam berat yang juga dikenal dengan air raksa. Zat kimia ini sangat berbahaya jika penggunaannya secara teratur dan dalam jangka waktu lama. Merkuri memiliki sifat meresap dan mengendap dalam tubuh, dan akan menyebabkan masalah yang berat bagi kesehatan dikemudian hari. Walaupun penggunaan kosmetik hanya dioleskan, namun merkuri yang terkandung bisa meresap melalui pori-pori dan kemudian akan terbawa bersama aliran darah, yang selanjutnya akan mengendap di organ penting tubuh  manusia. Dalam kosmetika, merkuri seringkali terlibat dalam obat pemutih kulit, obat jerawat, lipstik dll.

Dampak yang bisa ditimbulkan oleh air raksa atau merkuri jika mengontaminasi tubuh manusia:

Bila pemakaian dihentikan, akan timbul jerawat kecil-kecil disertai rasa gatal. Jika berlanjut akan menyebabkan timbul bintik-bintik hitam di bawah kulit pada sebagian ataupun merata diwajah. Lama-kelamaan wajah akan berubah menjadi abu-abu lalu selanjutnya kehitaman. Lebih lanjutnya dapat menyebabkan kanker kulit, kerusakan jaringan tubuh & menyebabkan kematian.

Pada ibu sebelum atau sedang hamil, merkuri yang terserap tubuh Dapat menghambat pertumbuhan, cacat lahir, hingga kematian pada JANIN.

Krim yang mengandung merkuri juga bisa diidentifikasi dari gejala keracunan metabolisme tubuh, dengan gejala sbb :

Pusing,

Di orientasi ruang,

Mual-mual,

Tremor (gemetar),

Susah Tidur,

Gangguan Penglihatan,

Gangguan Emosi,

Serta Lupa (pikun)

Asam Retinoat

Asam retinoat atau juga dikenal Vitacid, Retin-A, Retin A Micro, Retiva, Reviderm, Sensiderm, Renova dan Tretinoin Gel adalah sebuah retinoid aktif turunan vitamin A dalam bentuk asam yang dibentuk dari all-trans retinol (retinoid dalam bentuk alkohol), Asam retinoat juga dikenal dengan sebutan tretinoin (alkrans-retinoic acid) yang digunakan dalam terapi atau pengobatan jerawat.

Bahayanya menggunakan Asam Retinoat untuk kosmetik

Saat ini sudah banyak dilaporkan bahwa penggunaan asam retinoat berisiko berbahaya bagi pemakainya, antara lain:

Berpotensi mengiritasi kulit normal. Asam retinoat yang dioleskan akan menimbulkan peradangan pada kulit. Gejala yang sering muncul adalah sensasi rasa agak panas, menyengat, kemerahan, eritema sampai pengerasan kulit

Berpotensi menjadi zat karsinogen (menyebabkan kanker)

Penggunaan asam retinoat pada mencit albino dan mencit berpigmen terbukti dapat meningkatkan potensi karsinogen akibat radiasi sinar UV-B dan UV-A.

Pada ibu hamil atau sebelum hamil, berpotensi menjadi zat teratogen (menyebabkan cacat janin. Telah dilaporkan bahwa bayi yang terlahir dari seorang wanita yang mengoleskan asam retinoat 0,05% sebanyak dua kali sehari pada wajah berjerawat, sebelum dan selama kehamilan, mengalami malformasi berat pada wajah seperti kecacatan langit-langit mulut, bibir sumbing, celah kelopak mata menyatu, hipertelorisma (peningkatan abnormal jarak antara dua organ/bagian), defisiensi lubang hidung kiri dan kelainan sistem saraf pusat serta hidrosefalus.

Hidroquinon

Hidrokuinon termasuk golongan obat keras yang hanya bisa digunakan berdasarkan resep dokter, dan penggunaanya pun tak boleh melebihi 2%. Penggunaan hidrokuinon lebih dari 2% biasanya yang ditambahan pada krim pemutih kulit. Bahaya pemakaian yang berlebihan dan tanpa pengawasan dokter dapat menyebabkan iritasi kulit, kulit menjadi merah dan rasa terbakar. Hidrokuinon juga dapat menyebabkan kelainan pada ginjal (nephropathy), kanker Darah (leukemia  dan Kanker Hati (hepatocelluler adonema)

Penyebab yang bisa timbul lainnya adalah oockronosis, pada orang yang berkulit gelap. Oockronosis adalah kulit berbintil seperti pasir dan berwarna coklat kebiruan, Penderita oockronosis akan merasa kulit seperti terbakar dan gatal.

Zat aktif yang sering digunakan dalam produk pemutih kulit/bleaching ini pada dasarnya kelihatan cukup efektif, karena kemampuannya dapat menghilangkan flek gelap atau warna tak merata pada kulit. Hal ini karena Hidrokuinon bekerja dengan menghalangi pengeluaran melanin oleh melanosit yang terletak pada lapisan epidermis kulit, sekaligus menembus lapisan kulit dan menyebabkan penebalan pada lapisan kolagen. Namun hal ini akhirnya menjadi kontradikif terhadap perlindungan kulit, dimana justru akan menghilangkan barrier atau protektor terhadap organ di bawah kulit seperti pembuluh darah yang bisa langsung melebar saat terpapar panas berlebihan. Dan secara tidak langsung menjadi faktor penuaan dini,  dan bisa juga dalam beberapa konteks akan terjadi keganasan pada kulit.

Rhodamin B

Rhodamin B adalah zat yang digunakan sebagai pewarna teksil, kertas, ataupun tinta. Rhodamin B sangatlah berbahaya jika masuk kedalam sistem tubuh manusia. Pada kosmetik, rodamin B banyak digunakan sebagai pewarna untuk lipstik yang abal-abal. Lipstik, tentu saja dipakai dibibir, yang beresiko tinggi ikut tertelan bersama makanan atau ludah. Jika Lipstik yang mengandung Rhodamin B dipakai secara terus menerus, akibatnya juga akan fatal bagi kesehatan. Mulai dari iritasi dan gangguan saluran pencernaan, liver (hati), hingga kanker karena Rhodamin B merupakan zat karsinogenik (penyebab kanker).

Rhodamine B sudah dilarang penggunaanya oleh pemerintah sejak tahun 2006. Pemerintah juga sudah mengeluarkan peringatan agar kosmetik yang mengandung Rhodamin B tidak dipasarkan lagi. Namun banyaknya produsen “ produsen yang nakal, membuat lipstik yang mengandung Rhodamin B masih banyak beredar dipasaran.

Jadi, sebaiknya Anda mulai sekarang supaya lebih teliti lagi dalam membeli kosmetika, karena masih banyak ditemukan kosmetika jenis palsu dari china. Mereka bisa memberikan harga murah, karena menekan biaya produksi dengan menggunakan bahan kimia yang murah namun berbahaya.

Pramuka Penegak

Kosmetik adalah zat perawatan yang digunakan untuk meningkatkan penampilan atau aroma tubuh manusia. Kosmetik umumnya merupakan campuran dari beragam senyawa kimia, beberapa terbuat dari sumber-sumber alami dan kebanyakan dari bahan sintetis.

Bahaya bahan kosmetik :

Merkuri

Merkuri adalah logam berat yang juga dikenal dengan air raksa. Zat kimia ini sangat berbahaya jika penggunaannya secara teratur dan dalam jangka waktu lama. Merkuri memiliki sifat meresap dan mengendap dalam tubuh, dan akan menyebabkan masalah yang berat bagi kesehatan dikemudian hari. Walaupun penggunaan kosmetik hanya dioleskan, namun merkuri yang terkandung bisa meresap melalui pori-pori dan kemudian akan terbawa bersama aliran darah, yang selanjutnya akan mengendap di organ penting tubuh  manusia. Dalam kosmetika, merkuri seringkali terlibat dalam obat pemutih kulit, obat jerawat, lipstik dll.

Dampak yang bisa ditimbulkan oleh air raksa atau merkuri jika mengontaminasi tubuh manusia:

Bila pemakaian dihentikan, akan timbul jerawat kecil-kecil disertai rasa gatal. Jika berlanjut akan menyebabkan timbul bintik-bintik hitam di bawah kulit pada sebagian ataupun merata diwajah. Lama-kelamaan wajah akan berubah menjadi abu-abu lalu selanjutnya kehitaman. Lebih lanjutnya dapat menyebabkan kanker kulit, kerusakan jaringan tubuh & menyebabkan kematian.

Pada ibu sebelum atau sedang hamil, merkuri yang terserap tubuh Dapat menghambat pertumbuhan, cacat lahir, hingga kematian pada JANIN.

Krim yang mengandung merkuri juga bisa diidentifikasi dari gejala keracunan metabolisme tubuh, dengan gejala sbb :

Pusing,

Di orientasi ruang,

Mual-mual,

Tremor (gemetar),

Susah Tidur,

Gangguan Penglihatan,

Gangguan Emosi,

Serta Lupa (pikun)

Asam Retinoat

Asam retinoat atau juga dikenal Vitacid, Retin-A, Retin A Micro, Retiva, Reviderm, Sensiderm, Renova dan Tretinoin Gel adalah sebuah retinoid aktif turunan vitamin A dalam bentuk asam yang dibentuk dari all-trans retinol (retinoid dalam bentuk alkohol), Asam retinoat juga dikenal dengan sebutan tretinoin (alkrans-retinoic acid) yang digunakan dalam terapi atau pengobatan jerawat.

Bahayanya menggunakan Asam Retinoat untuk kosmetik

Saat ini sudah banyak dilaporkan bahwa penggunaan asam retinoat berisiko berbahaya bagi pemakainya, antara lain:

Berpotensi mengiritasi kulit normal. Asam retinoat yang dioleskan akan menimbulkan peradangan pada kulit. Gejala yang sering muncul adalah sensasi rasa agak panas, menyengat, kemerahan, eritema sampai pengerasan kulit

Berpotensi menjadi zat karsinogen (menyebabkan kanker)

Penggunaan asam retinoat pada mencit albino dan mencit berpigmen terbukti dapat meningkatkan potensi karsinogen akibat radiasi sinar UV-B dan UV-A.

Pada ibu hamil atau sebelum hamil, berpotensi menjadi zat teratogen (menyebabkan cacat janin. Telah dilaporkan bahwa bayi yang terlahir dari seorang wanita yang mengoleskan asam retinoat 0,05% sebanyak dua kali sehari pada wajah berjerawat, sebelum dan selama kehamilan, mengalami malformasi berat pada wajah seperti kecacatan langit-langit mulut, bibir sumbing, celah kelopak mata menyatu, hipertelorisma (peningkatan abnormal jarak antara dua organ/bagian), defisiensi lubang hidung kiri dan kelainan sistem saraf pusat serta hidrosefalus.

Hidroquinon

Hidrokuinon termasuk golongan obat keras yang hanya bisa digunakan berdasarkan resep dokter, dan penggunaanya pun tak boleh melebihi 2%. Penggunaan hidrokuinon lebih dari 2% biasanya yang ditambahan pada krim pemutih kulit. Bahaya pemakaian yang berlebihan dan tanpa pengawasan dokter dapat menyebabkan iritasi kulit, kulit menjadi merah dan rasa terbakar. Hidrokuinon juga dapat menyebabkan kelainan pada ginjal (nephropathy), kanker Darah (leukemia  dan Kanker Hati (hepatocelluler adonema)

Penyebab yang bisa timbul lainnya adalah oockronosis, pada orang yang berkulit gelap. Oockronosis adalah kulit berbintil seperti pasir dan berwarna coklat kebiruan, Penderita oockronosis akan merasa kulit seperti terbakar dan gatal.

Zat aktif yang sering digunakan dalam produk pemutih kulit/bleaching ini pada dasarnya kelihatan cukup efektif, karena kemampuannya dapat menghilangkan flek gelap atau warna tak merata pada kulit. Hal ini karena Hidrokuinon bekerja dengan menghalangi pengeluaran melanin oleh melanosit yang terletak pada lapisan epidermis kulit, sekaligus menembus lapisan kulit dan menyebabkan penebalan pada lapisan kolagen. Namun hal ini akhirnya menjadi kontradikif terhadap perlindungan kulit, dimana justru akan menghilangkan barrier atau protektor terhadap organ di bawah kulit seperti pembuluh darah yang bisa langsung melebar saat terpapar panas berlebihan. Dan secara tidak langsung menjadi faktor penuaan dini,  dan bisa juga dalam beberapa konteks akan terjadi keganasan pada kulit.

Rhodamin B

Rhodamin B adalah zat yang digunakan sebagai pewarna teksil, kertas, ataupun tinta. Rhodamin B sangatlah berbahaya jika masuk kedalam sistem tubuh manusia. Pada kosmetik, rodamin B banyak digunakan sebagai pewarna untuk lipstik yang abal-abal. Lipstik, tentu saja dipakai dibibir, yang beresiko tinggi ikut tertelan bersama makanan atau ludah. Jika Lipstik yang mengandung Rhodamin B dipakai secara terus menerus, akibatnya juga akan fatal bagi kesehatan. Mulai dari iritasi dan gangguan saluran pencernaan, liver (hati), hingga kanker karena Rhodamin B merupakan zat karsinogenik (penyebab kanker).

Rhodamine B sudah dilarang penggunaanya oleh pemerintah sejak tahun 2006. Pemerintah juga sudah mengeluarkan peringatan agar kosmetik yang mengandung Rhodamin B tidak dipasarkan lagi. Namun banyaknya produsen “ produsen yang nakal, membuat lipstik yang mengandung Rhodamin B masih banyak beredar dipasaran.

Jadi, sebaiknya Anda mulai sekarang supaya lebih teliti lagi dalam membeli kosmetika, karena masih banyak ditemukan kosmetika jenis palsu dari china. Mereka bisa memberikan harga murah, karena menekan biaya produksi dengan menggunakan bahan kimia yang murah namun berbahaya.

” ZAT KIMIA YANG TERDAPAT PADA KOSMETIK “

Kosmetik Churasan merupakan Produk perawatan kulit yang dibuat dari air mineral laut-dalam di Okinawa, Jepang. Produk yang sangat aman untuk semua jenis kulit bahkan untuk kulit paling sensitif sekalipun (karenaberbahan dasar air). Tidak menimbulkan iritasi kulit, kemerahan, pengelupasan, alergi ataupun perih-perih pada kulit. Sebaliknya akan membuat kulit menjadi bersih, lembut, halus, lebih kenyal dan berseri. Membersihkan kulit wajah dengan seksama sehingga mencegah timbulnya jerawat dan mengecilkan pori-pori wajah.

Kosmetik Churasan diciptakan dan dipersembahkan untuk perempuan di mana saja, termasuk di Indonesia agar tetap cantik atau lebih cantik sepanjang masa.

Awas Bahan-Bahan Berbahaya Dalam Kosmetika !

Kosmetik – kosmetik seperti itu dapat membahayakan penggunanya. Oleh karena itu, pengetahuan tentang bahan-bahan berbahaya dalam kosmetik pun mutlak diperlukan. Beberapa bahan berbahaya yang terkandung dalamkosmetik yang beredar di pasaran adalah sebagai berikut:

Merkuri merupakan logam berat yang berbahaya. Pemakaian merkuri dalam krim pemutih bisa menimbulkan berbagai dampak seperti perubahan warna kulit yang menyebabkan bintik-bintik hitam pada kulit, alergi dan iritasi kulit. Pemakaian merkuri dalam jumlah tinggi dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada otak, ginjal, dan gangguan perkembangan janin. Dalam jangka pendek bisa menyebabkan muntah-muntah, kerusakan paru-paru dan kanker.

Hydroquinone adalah zat reduktor yang mudah larut dalam air dan lazim digunakan dalam proses cuci cetak foto. Kemampuan hydroquinone untuk menghambat pembentukan melanin (zat pigmen kulit) menjadikannya sebagai bahan kosmetik yang populer, yaitu untuk produk skin whitening (pemutih). Namun penggunaan hydroquinone dalam jangka panjang dan dosisi tinggi dapat membuat kulit merah dan rasa terbakar serta kelainan pada ginjal, kanker darah dan kanker sel hati.

Di Amerika batas penggunaan hydroquinone untuk kosmetik yang dijual bebas adalah 2% (sama dengan Indonesia) dan bisa mencapai 8% untuk penjualan kosmetik dengan resep dokter. Kali ini ditemukan kosmetik-kosmetik buatan Cina di Indonesia yang mengandung hydroquinone lebih dari 2%

Sodium Lauril Sulfat (SLS) kerap terdapat pada produk sabun, campuran shampoo, pasta gigi, dan pembersih badan. SLS bersifat iritan dan dapat memicu dermatitis. SLS juga mengandung formaldehid yang dapat memicu alergi, asma, sakit kepala, depresi, pusing, dan nyeri sendi. SLS dapat menyebabkan iritasi kulit yang hebat dan menyebabkan katarak dan menganggu kesehatan mata pada anak anak.

Zat warna Rhodamin adalah zat warna sintetis yang pada umumnya digunakan sebagai zat warna kertas, tekstil atau tinta. Zat warna ini dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan merupakan zat karsinogenik. Rhodamin dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada hati.

Bahan pewarna Merah K.3 (CI 15585), Merah K.10 (Rhodamin B) dan Jingga K.1 (CI 12075) merupakan zat warna sintetis yang umumnya digunakan sebagai zat warna kertas, tekstil atau tinta. Zat warna ini merupakan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker). Rhodamin B dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati.

Bahan Pengawet Paraben. Paraben digunakan terutama pada kosmetik, deodoran, dan beberapa produk perawatan kulit lainnya. Zat ini dapat menyebabkan kemerahan dan reaksi alergi pada kulit. Penelitian terakhir di Inggris menyebutkan bahwa ada hubungan antara penggunaan paraben dengan peningkatan kejadian kanker payudara pada perempuan. Disebutkan pula terdapat konsentrasi paraben yang sangat tinggi pada 90% kasus kanker payudara yang diteliti.

Propylene Glycol. Ditemukan pada beberapa produk kecantikan, kosmetik dan pembersih wajah. Zat ini dapat menyebabkan kemerahan pada kulit dan dermatitis kontak. Studi terakhir juga menunjukan bahwa zat ini dapat merusak ginjal dan hati.

Isopropyl Alcohol. Alkohol digunakan sebagai pelarut pada beberapa produkperawatan kulit. Zat ini dapat menyebabkan iritasi kulit dan merusak lapisan asam kulit sehingga bakteri dapat tumbuh dengan subur. Disamping itu, alkohol juga dapat menyebabkan penuaan dini.

DEA (Diethanolamine), TEA (Triethanolamine) and MEA (Monoethanolamine). Bahan ini jamak ditemukan pada kosmetik dan produkperawatan kulit. Bahan bahan berbahaya ini dapat menyebabkan reaksi alergi dan penggunaan jangka panjang diduga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker ginjal dan hati.

Minyak Mineral. Minyak mineral dibuat dari turunan minyak bumi dan sering digunakan sebagai bahan dasar membuat krim tubuh dan kosmetik. Baby oil dibuat dengan 100% minyak mineral. Minyak ini akan melapisi kulit seperti mantel sehingga pengeluaran toksin dari kulit menjadi terganggu. Hal ini akan menyebabkan terjadinya jerawat dan keluhan kulit lainnya.

Polyethylene Glycol (PEG). Bahan ini digunakan untuk mengentalkan produkkosmetik. PEG akan menganggu kelembaban alami kulit sehingga menyebabkan terjadinya penuaan dini dan kulit menjadi rentan terhadap bakteri.

Asam Retinoat / Tretinoin / Retinoic Acid dapat menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, teratogenik (cacat pada janin).

Daftar Bahan Berbahaya Pada Kosmetik dan Produk Perawatan Tubuh

Apakah Anda tahu kalau lebih berbahaya mengoleskan produk yang mengandung bahan berbahaya ke kulit ketimbang jika termakan/tertelan? Awalnya saya juga kaget kok bisa seperti itu ya? Pada kenyataannya, bahan-bahan berbahaya pada produk Anda, bisa mengakibatkan berbagai efek negatif, mulai dari kulit kita yang terasa seperti dilapisi plastik, tidak bisa bernapas dengan lega, iritasi ringan hingga berbagai macam penyakit kulit. Racun dan toxin ini langsung terserap oleh kulit dan masuk ketubuh kita, masuk ke aliran darah dan tersimpan di sel-sel diseluruh tubuh kita. Akibatnya, bisa menyebabkan berbagai macam efek negatif mulai dari DNA yang berubah, kemungkinan menjadi kanker, menyebabkan kemandulan, kerusakan sistem syaraf dan berbagai masalah kesehatan lainnya plusnya lagi banyak dari bahan tersebut belum diketahui dengan jelas efek sampingnya.

Kulit kita sebenarnya berfungsi untuk melindungi tubuh dari berbagai macam hal, mulai dari polusi hingga kecipratan minyak panas ^_^ tapi, kulit juga bisa menyerap semua hal yang ada diatasnya. Yang lebih menakutkan lagi, ternyata Bahan Kimia yang keras/berbahaya jika terkena kulit yang sensitif atau kulit yang tipis, bisa menyebabkan berbagai macam reaksi mulai dari alergi hingga masuk dan membanjiri aliran darah Anda (sumber bloodstream.” Source: cnn.com/health)

Daftar ini saya kumpulkan dari berbagai sumber diantaranya; Material Safety Data Sheets,CosmeticsDataBase.com, Cosmeticsinfo.org, Pesticideinfo.org. dll

Kesemua Produk Ecocare & Ecosmetics BEBAS dari semua bahan berbahaya maupun bahan yang tercantum di daftar ini.

Sangat saya sadari bahwa perubahan itu butuh waktu. Kecuali ada sesuatu yang terjadi seketika yang membuat Anda langsung berubah, seperti sesuatu yang mengancam keselamatan nyawa. Anda tidak perlu 100% langsung berubah menggunakan produk alami. Tetapi paling tidak, Anda membuat pilihan-pilihan yang penting terlebih dahulu, mana-mana yang harus dirubah. Bisa Anda bayangkan, jika Anda hari ini langsung membuang semua produk perawatan tubuh dan kecantikan yang ada bahan berbahayanya dan diganti dengan produk alami, berapa Rupiah yang harus Anda keluarkan? tentu tidak sedikit!. Pasti ada produk yang meski Anda tahu tidak baik, tetapi sudah mendarah daging bagi Anda, yang Anda tidak bisa hidup tanpanya ^_^ benar kan? Mungkin parfum favorit? atau Body Lotion yang baunya bikin Anda merasa rileks? hal itu bisa apa saja. Kuncinya adalah Anda harus terus mengadakan perubahan dari hari ke hari dan terus belajar untuk menjadi yang lebih baik (tetapi jangan bikin langkah yang terlalu kecil, sama saja bohong ya ^_^ alias nggak ada efeknya).

Alkyloamides- Pengental, emolien dan pengemulsi pada lotion, cream, dll

DEA – diethanolamides2. MEA – monoethanolamides3. TEA – triethanolamides4. MIPA – monoisopropanolamides5. PEG or ethoxylated alkyloamidesTidak termasuk toxic, tetapi bisa terkontaminasi dengan nitrosamines. ‘ Nitrosamines dianggap bisa menyebabkan kanker. Bahan kimia lainnya yang bisa terkontaminasi oleh nitrosamine: Cocoyl Sarcosine, 2-bromo-2-nitropropane-1,3-diol, Imidazolidinyl Urea, Hydrolysed Animal Protein, Lauryl Sarcosine, Quaternium-7, 15, 31, 60, etc, Sodium Lauryl Sulfate, Ammonium Lauryl Sulfate, Sodium Laureth Sulfate, Ammonium Laureth Sulfate and Sodium Methyl Cocoyl Taurate.’*

Aluminum – Bahan dari Metallic yang biasanya digunakan pada produk antiperspirants dan antiseptic. Beberapa ilmuwan telah menemukan hubungan antara aluminum dan kanker payurada. Jika digunakan pada antiperspirants bisa mengakibatkan tersumbatnya pori-pori kulit. Akibatnya, kulit tidak bisa mengeluarkan racun secara alami dan bahan berbahaya akan tersimpan ke sel lemak terdekat seperti payudara bahkan otak kita. Bahan ini bahkan juga diketemukan ada hubungannya dengan penyakit Alzheimers. Untuk amannya, jika Anda membutuhkan deodorant, pilih yang aluminum free, paraben free. Untuk lotion, biasanya aluminum dicantumkan dengan nama Magnesium Aluminum Silicate atau nama lainnya. Aluminum dan turunannya, juga berbahaya untuk jaringan syaraf otak manusia.

Alcohol – Asalnya dari fermentasi gula dari tanaman alami, tetapi untuk penggunaan di kulit mengakibatkan berbagai efek negatif, seperti mengikis lapisan minyak alami kulit, membuka lapisan Acid Mantle (lapisan asam kulit) dan menyebabkan kulit kita lebih rentan terkena bakteri, jamur, virus, zat karsinogenik/carcinogen (penyebab kanker), juga toxin-racun dari lingkungan. Alcohol juga membuat kulit menjadi lebih kering. Selain alcohol alami, alcohol juga terbuat dari propylene atau turunan minyak bumi, yang satu ini bahkan bisa menyebabkan munculnya bintik-bintik coklat dikulit dan tanda-tanda penuaan dini.

Aminomethyl Propanol – sebagai pengatur PH pada produk. dikategorikan sedikit berbahaya.

Animal Testing and Products – Yang satu ini saya tidak bisa bertoleransi. Sangat kejam jika mengujicobakan produk pada hewan! Produk yang berasal dari hewan juga seringkali caranya adalah dengan membunuh mereka!! (jangan disamakan dengan Anda makan Ayam, Kambing, Sapi, Ikan)!

Glycerine – Terdapat 2 jenis, yang dari tanaman dan dari hewan, bisa juga alami dan bisa gliserin sintetis. Gliserin alami bisa juga berasal dari proses pembuatan sabun, seperti disabun Ecocare. Selalu pastikan gliserin diproduk Anda adalah yang dari tanaman. Karena gliserin yang berasal dari hewan atau sintetis bisa menyebabkan berbagai macam efek samping seperti iritasi. Collagen yang terkandung dalam gliserin yang berasal dari hewan bisa menyebabkan kulit susah bernafas dan meregenerasi sel secara alami. Gliserin dari hewan juga memiliki hormon dari ternak yang biasanya penuh dengan suntikan hormon pertumbuhan, antibiotik dll, yang akhirnya akan kita serap juga lewat gliserin dari hewan yang terkandung pada produk.

Cholesterol juga adalah produk dari hewan. Bahan satu ini sulit untuk dimasuk ketubuh, jika sudah masuk ketubuh, kolesterol akan menyumbat arteri. Anda pasti sudah tahu banyak tentang kolesterol.

Gelatin – produk dari hewan, yang bisa menimbulkan alergi pada manusia. berasal dari bagian mana-mana saja dari hewan dan dari hewan apa saja. Gelatin adalah protein yang ada di connective tissue pada hewan

Borax (Na2B4O7) – Ada yang mengkategorikan Borax aman untuk digunakan pada produk perawatan tubuh, kosmetik bahkan pada makanan sebagai pengawet alami (karena borax memang dari mineral bumi yang terbuat dari boron, sodium, udara dan air), tetapi belum tentu semua mineral itu aman. Misalnya minyak bumi, mineral juga kan? alami kan? tapi apa aman untuk dikonsumsi oleh manusia? kenyataannya malah menyebabkan berbagai macam efek negatif termasuk menjadi penyebab kanker. Pemakaian borax pada produk perawatan tubuh, kecantikan, bisa menyebabkan kulit teriritasi. Diketemukan hubungan antara Borax dan kanker, masalah ginjal, kemandulan, dan cacat lahir. Borax hanya saya sarankan aman sebagai produk pembersih dan pestisida alami. Karena lebih ramah lingkungan dari bahan pembersih dan pestisida sintetis lainnya. Sinonim BoraxSodium borate decahydrate, Sodium tetraborate decahydrate, Sodium biborate, Sodium pyroborate .

Butylated hydroxianisole (BHA)/Butylated hydroxytoluene (BHT)- ” adalah antioxidan sintetis, diketemukan menjadi penyebab kanker pada manusia, juga menyebabkan hyperactifitiy dan gangguan pada perilaku anak. Selain itu bisa menyebabkan alergi kulit dan mengiritasi mata. http://www.earthtobody.ca

Ceteareths – Berpotensi terkontaminasi oleh zat penyebab kanker.

Color/Pewarna sintetis – FD&C Blue 1 and FD&C Green 3 (termasuk kategori karsinogenik), FD&C Red 33, FD&C Yellow 5, FC&C Yellow 6 (menyebabkan kanker). Pewarna dari Crayon mengandung toxin, Pewarna makanan mengandung paraben sebagai pengawet.

Disodium EDTA – termasuk toxin cytotoxic dan genotoxic, tetapi bukan karcinogenik.b

Distearyldimonium Chloride- Berbahaya untuk lingkungan, juga pada manusia, terutama mata, kulit, paru-paru.

Essential oil -Pemakaian Essential Oil tertentu harus diperhatikan, terutama pada ibu hamil dan anak-anak.

Ethylene/Acrylic Acid Copolymer- Berbahaya pada manusia, termasuk karsinogenik, menyebabkan masalah pada alat reproduksi, perkembangan tubuh, jaringan saraf.

Farnesol – menyebabkan iritasi kulit.

Fragrance (parfum/pengharum)- “Phthalates, terbukti menyebabkan cacat lahir, masalah reproduksi, mengiritasi kulit, sakit kepala, pusing, mual, masalah pernafasan. Pilihan pengharus paling baik adalah yang berasal dari essential oil dan rempah-rempah alami. Banyak laporan kesehatan yang ada kaitannya dengan parfum bisa Anda bacadiwww.health-report.co.uk.

Glyceryl Oleate- berbahaya pada manusia, mengandung karsinogenik, penyebab masalah reproduktif, neurotoxic, termasuk berbahaya bagi lingkungan (terutama air).

Glycols – Propylene glycol ada yang mengkategorikan aman, ada yang tidak aman. Yang pasti kami tidak memakainya. Berbagai jenis Glycols diantaranya: propylene glycol; glycerin;ethylene glycol;carbitol; diethylene glycol. Beberapa jenis glycol menyebabkan masalah reproduksi, cacat lahir, kerusakan ginjal, kelainan pada liver. Hindari glycol yang mengandung methyl diantaranya : EGPE, EGME, EGEE, DEGBE, PGME, DPGME.

Lanolin – bahan satu ini sebenarnya alami, karena berasal dari hewan domba. Tetapi kimia yang digunakan untuk menghasilkan dan memproses lanolin ada yang berbahaya ada yang tidak, untuk lanolin, sebaiknya sama seperti glyserin, pastikan dari ternak organik atau diproses secara tradisional.

Laureths- hampir selalu mengandung karsinogenik. nama lainnya 1,4-dioxane and ethylene oxide.

Methylisothiazolinone dan Methylchloroisothiazolinone – digunakan sebagai antimicroba yang menyebabkan iritasi pada kulit. Juga berpotensi membahayakan kerusakan jaringan otak pada manusia

Natural Preservatives (pengawet alami) – harus digunakan dengan komposisi/jumlah yang tepat, karena bisa mengiritasi kulit.

Nuts Oil (minyak dari kacang) hati-hati untuk yang alergi dengan kacang-kacangan, terutama tidak untuk bayi.

Oxybenzone- Biasanya terdapat pada produk sunscreen. termasuk photo carcinogen.

Petro-products (turunan minyak bumi)-”seperti mineral oil, petrolatum and ceresin (wax) (bVaseline, petroleum jelly, or paraffin jelly). Semua berasal dari turunan minyak bumi (sumber yang tidak bisa diperbaharui). Efek sampingnya menutupi pori-pori kulit, penuaan dini, dll.

Polyacrylamide – Bahan satu ini termasuk sangat berbahaya, mungkin termasuk karsinogenik, mengiritasi kulit dan sistem pernapasan. Membahayana lingkungan termasuk udara, air dan tanah. Membahayakan hewan darat dan air.

Polyethylene- (PEG) – termasuk turunan minyak bumi, menyebabkan penuaan dini.

Preservatives (pengawet) – “Parabens termasuk (methylparaben, ethylparaben, propylparaben, butylparaben, isobutylparaben, isopropylparaben, and benzylparaben). Menyebabkan iritasi kulit dan diklasifikasikan sebagai kimia berbahaya. Sampai saat ini masih banyak perdebatan tentang hubungan paraben terhadap kanker payudara. Paraben termasuk estrogen lemah. Tetapi seperti Anda tahu, terlalu banyak zat estrogen terutama pada wanita menyebabkan kanker, masalah pertumbuhan dan puber dini (pada laki-laki, menjadi lebih feminin dan muncul payudara yg lebih besar dari laki-laki normal).

Iodopropynyl Butylcarbamate- berbahaya terhadap proses reproduksi, perkembangan fetus, neurotoxic, liver, pencernaan,. Sebaiknya bahan formaldehyde selalu dihindari (termasuk carcinogenic oleh EPA). bahan yang mengandung formaldehyde: bronopol (2-brono-2-nitropropane-1,3-diol);diazolidinyl urea;DMDM hydantion;imidazolidinyl urea;quaternium 15.” Pengawet berbahaya lainnya adalah Sodium Hydroxymethylglycinate Imidazolidinyl urea and DM hydantoine (Germall Plus, Germall II and Germal 115) Glucono Delta-Lactone, Sodium Benzoate and Calcium Gluconate. ” Beberapa dari pengawet diatas adalah hasil modifikasi dari produk alami, yang efek sampingnya mulai dari yang hanya mengiritasi hingga karsinogenik.

Phenoxyethanol ada hubungannya dengan kanker, kerusakan organ, sistem saraf, dll. Bahan ini juga termasuk dalam pengawet Opthiphen Plus yang dikategorikan aman.

Saccharomyces/Zinc Ferment and Saccharomyces/Magnesium Ferment – masih diperdebatkan efek terhadap penuaan dini dan iritasi kulit.

Silicone derived emollients – “mengiritasi kulit, diduga sebagai penyebab tumor, terakumulasi pada liver. Tidak baik untuk lingkungan “non-biodegradable” Nama lain yang bisa Anda temukan diantaranya: Dimethicone, Dimethicone Copolyol, Dimethiconol, Cyclomethicone, dll.

Sodium Hydroxide – “biasanya digunakan sebagai alkali, pembersih, pasta gigi, cream. Menyebabkan kerusakan paru-paru, meningkatkan resiko terkena kanker tenggorokan.

Benzophenones (benzophenone-3, homosalate, dan octy-methoxycinnamate (octinoxate) termasuk estrogenic. Biasa diketemukan di produk sunscreen/lotion/balm yg mengandung SPF.

Padimate-O and Parsol 1789 merupakan zat kimia yang berpotensi mengubah dan merusak DNA ketika terpapar matahari.

Talc – Biasanya umum digunakan pada bedak bayi, deodoran dan produk antiperspirant. Penggunaan jangka panjang bisa mengakitabkan berbagai macam dampak negatif. Talc dikategorika sebagai karsinogenik (karena biasanya mengandung asbestos). Meskipun talk bukan asbestos, tapi mineral ini diambil dari tempat yang sama dengan mineral asbestos. Partikel talc juga diketemukan pada pasient tumur wanita yang menggunakan talc dalam jangka panjang.

Triethanolamine – mengiritasi kulit, mata, saluran pernapasan, mengakibatkan asma, ada hubungan dengan karsinogenik, dll.

Semoga tulisan ini bermanfaat, seiring waktu akan saya lengkapi agar menjadi lebih bermanfaat. Tujuan saya menulis adalah untuk melindungi diri kita terutama anak cucu kita. Semua bahan-bahan diatas adalah penemuan modern tidak seperti rempah-rempah, tanaman yang digunakan oleh nenek moyang kita yang khasiat dan keamanannya sudah terbukti ribuan tahun. Kita tidak tahu dengan pasti apa yang akan terjadi puluhan tahun dari sekarang akibat penggunaan bahan-bahan diatas. Tetapi teknologi modern juga memberikan kita alat untuk meneliti efek samping meski akan memakan waktu lama. Akhirnya semua pilihan kembali kepada Anda. Jadilah konsumen yang pintar dan bijaksana.

Waspada, Kandungan Bahan-Bahan Kimia Berbahaya dalam Kosmetik

menawan. Oleh sebab itu, beragam cara dilakukan untuk mewujudkan keinginannya tersebut.

Penggunaan kosmetika ialah cara yang dipilih oleh sebagian besar kaum Hawa. Tak menjadi soal berapa nominal rupiah yang mesti dikeluarkan untuk menunjang perawatan kecantikannya asalkan dirinya terlihat cantik dan memukau banyak orang.

Hal tersebut sah-sah saja karena memang kecantikan sungguh mahal harganya. Namun,  Anda perlu berhati-hati ketika akan menggunakan produk kosmetika mengingat saat ini banyak beredar kosmetik yang membahayakan kesehatan.

Tentu Anda tak ingin hal yang menjadi kontradiksi terjadi dalam arti menggunakan kosmetik untuk kecantikan, tetapi yang terjadi malah timbulnya problem kesehatan karena kandungan bahan-bahan kimia yang kerap digunakan untuk membuat berbagai peralatan kosmetik.

Patut diketahui bahwa sudah banyak kosmetika yang beredar ternyata mengandung bahan kimia yang berbahaya seperti zat pewarna, merkuri, hidrokinon, asam retinoat, dan semacamnya.

Zat pewarna merah K10 misalnya, atau yang kerap dikenal dengan Rhodamin B, merupakan zat sintetis yang biasanya digunakan untuk mewarnai kertas, tinta maupun tekstil.

Zat Rhodamin B tersebut sangat berbahaya bagi manusia karena bisa menyebabkan iritasi saluran pernafasan dan juga merupakan zat karsinogenik atau zat yang menjadi pemicu timbulnya kanker.

Bahkan, kadar Rhodamin yang tinggi bisa menyebabkan kadar kerusakan pada hati (liver). Oleh sebab itu, ketika hendak membeli kosmetik sebaiknya kenali terlabih dahulu produk yang akan dibeli, terutama yang terkait dengan kandungan bahan kimia didalamnya.

Selain itu, tak kalah pentingnya juga untuk memerhatikan apakah kosmetik yang akan dibeli sudah kadaluarsa atau belum. Untuk memastikannya, ada beberapa indikasi yang bisa dikenali bahwa suatu produk kosmetik sudah kadaluarsa seperti warnanya yang berubah (keruh), baunya tercium lebih menyengat, dan juga tampak berjamur.

Di samping itu, ketika sudah terlanjur digunakan maka di permukaan perona mata atau perona pipi akan timbul bintik-bintik putih yang apabila digunakan dalam jangka panjang sangat beresiko menyebabkan iritasi pada mata.

Bahan-Bahan Kimia Berbahaya

Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) RI pada 2008-2009 silam telah melakukan pengawasan, sampling, dan pengujian di laboratorium dan berhasil menemukan beberapa produk kosmetik yang mengandung zat-zat berbahaya seperti Hidrokinon, Merkuri, Asam Retinoat, Zat Warna Merah K.3, Merah K.10 dan Jingga K.1 pada sekitar 70 produk kosmetik yang telah beredar di masyarakat.

Mari kita perhatikan berbagai bahan kimia yang berbahaya dan patut dihindari penggunaannya dalam keseharian secara terperinci.

Merkuri atau Air Raksa

Anda pasti sudah tahu atau paling tidak pernah mendengar air raksa yang biasanya digunakan untuk mengawetkan hewan yang sudah mati seperti harimau, anjing, macan tutul, dan sebagainya.

Merkuri atau air raksa ini tergolong ke dalam kategori logam berat yang berbahaya yang dalam konsentrasi yang kecil sekalipun sudah merupakan zat racun.

Penggunaan merkuri dalam kosmetik akan menyebabkan berbagai macam masalah seperti perubahan pada warna kulit, bintik-bintik hitam pada kulit, iritasi kulit, alergi, kerusakan pada otak, ginjal, dan juga gangguan perkembangan janin bahkan paparan jangka pendek dalam dosis yang tinggi dan bisa menyebabkan muntah-muntah.

Selain itu, yang lebih berbahaya ialah bahwa merkuri atau air raksa ini merupakan zat karsinogenik atau zat yang bisa menyebabkan kanker pada manusia.

Asam Retinoat

Bahan kimia ini cukup beresiko tinggi apabila ikut dalam campuran bahan untuk kosmetika. Asam retinoat bisa menyebabkan rasa terbakar pada kulit, kulit kering, dan juga cacat pada rahim (teratogenik).

Hidrokinon

Hidrokinon berdasarkan resep dokter termasuk salah satu obat keras yang patut diminimalisir bahkan dihindari penggunaannya. Bahaya pemakaian obat keras tanpa pengawasan dokter bisa menyebabkan iritasi kulit yang merah dan rasa terbakar serta bercak-bercak hitam.

Bahan Pewarna Berbahaya

Di samping beberapa bahan kimia yang telah disingkapkan di atas, yang tak kalah berbahanya ialah penggunaan bahan pewarna berbahaya seperti pewarna Merah K.3, Merah K.10, dan juga Jingga K.1 yang merupakan zat warna sintetis yang pada umumnya digunakan sebagai pewarna pada tekstil, zat warna kertas, dan tinta.

Zat warna ini merupakan zat karsinogenik yang bisa menyebabkan kanker dan salah satu zat warna Rhodamin B (Merah K.10) bisa menyebakan kerusakan pada hati.

Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan berhati-hati ketika membeli atau mempergunakan produk-produk kosmetik yang disinyalir mengandung salah satu zat kimia berbahaya tersebut.

Meski saat ini pihak badan POM telah menarik hampir semua produk kosmetik yang mengandung bahan-bahan berbahaya tersebut, namun kewaspadaan dan ketelitian tetap diperlukan untuk benar-benar memastikan apakah produk kosmetik yang akan Anda pakai sudah tergolong aman atau masih membahayakan.

Jangan sampai Anda mengharapkan hasil yang maksimal dari kosmetik yang digunakan tetapi yang terjadi justru malah kebalikannya sebagai akibat penggunaan bahan kimia berbahaya yang listnya sudah dibeberkan di atas.