SKK PEMAHAMAN OBAT

MATERI SKK PEMAHAMAN OBAT

 

 

 PRAMUKA PENGGALANG

Obat
Obat adalah benda atau zat yang dapat digunakan untuk merawat penyakit, membebaskan gejala, atau mengubah proses kimia dalam tubuh.
Obat ialah suatu bahan atau paduan bahan-bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosis, mencegah, mengurangkan, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah dan rohaniah pada manusia atau hewan dan untuk memperelok atau memperindah badan atau bagian badan manusia termasuk obat tradisional.
Bahaya Obat Kimia
Bahaya Obat Kimia-, Kebanyakan orang mungkin tidak akan bisa lepas dari obat kimia karena sangat mudah sekali mendapatkannya semudah membeli permen, di warung-warung sekitar tempat tinggal kita pasti banyak menyediakan obat-obatan. Kalau seseorang mengalami gejala dari suatu penyakit, kebanyakan dari mereka langsung membeli obat yang tidak perlu resep dokter yaitu membeli sendiri di warung tanpa memikirkan bahaya obat kimia tersebut apabila terlalu sering dikonsumsi. Mungkin memang benar obat kimia tersebut sangat cepat reaksinya terhadap gejala yang kita rasakan, tetapi itu hanya meredakan saja tanpa menyembuhkan penyebab sebenarnya. Sebaiknya anda sadar bagaimana bahaya obat kimia tersebut apabila dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang.
Berikut adalah beberapa bahaya obat kimia yang perlu anda ketahui:
  1. Menimbukan gangguan pernapasan atau asma.
  2. Gangguan ginjal.
  3. Sakit pinggang.
  4. Menimbulkan kerusakan pada hati.
  5. Susah tidur.
  6. Merusak sel-sel tubuh.
  7. Ketergantungan obat kimia tertentu.
  8. Menimbulkan penyakit jantung.
OBAT-OBATAN YANG DIGUNAKAN UNTUK PERTOLONGAN PERTAMA
Untuk mempermudah anda dalam mengobati gangguan kesehatan pada penderita: sakit kepala, sakit Maag dll, di sini saya melampirkan daftar jenis dan kegunaan obat yang mudah anda dapat di toko-toko maupun di apotik. Disarankan kepada anda, apabila anda menggunakan obat ini bacalah label dosis yang dianjurkan atau sesuai dengan anjuran dokter. Adapun obat –obatan tersebut adalah sebagai berikut:
  1.  CTM
Obat ini digunakan untuk penderita alergi, susah tidur (obat tidur) dan pilek
  1.  Betadine
Obat ini adalah antiseptik yang di gunakan untuk obat luka luar
  1.  Povidone Iodine
Obat ini adalah antiseptik yang di gunakan untuk obat luka luar
  1.  Neo Napacyne
Obat ini digunakan untuk penderita Asma dan sesak nafas
  1.  Asma soho
Obat ini digunakan untuk penderita Asma dan sesak nafas
  1.  Konidin
Obat ini digunakan untuk penderita Batuk karena alergi, flu, dan pilek
  1.  Oralit
Obat ini digunakan untuk penderita Dehidrasi
  1.  Entrostop
Obat ini digunakan untuk mengobati penderita Diare
  1.  Demacolin
Obat ini digunakan untuk penderita Flu dan batuk
  1. Norit
Obat ini digunakan untuk penderita Keracunan
  1. Antasida doen
Obat ini digunakan untuk penderita sakit Maag
  1. Gestamag
Obat ini digunakan untuk penderita sakit Maag
  1. Kina
Obat ini digunakan untuk penderita sakit Malaria
  1. Oxycan
Memberi tambahan oksigen murni
  1. Damaben
Obat ini digunakan untuk penderita Mual-mual
  1. Feminax
Obat ini digunakan untuk penderita Nyeri haid
  1. Spasmal
Obat ini digunakan untuk penderita Nyeri haid
  1. Counterpain
Obat ini digunakan untuk penderita sakit Pegal linu
  1. Alkohol 70%
Cairan ini di gunakan untuk membersihkan luka/antiseptic
  1. Rivanol
Cairan ini di gunakan untuk membersihkan luka/antiseptic
  1. Chloroetil (obat semprot luar)
Obat ini digunakan untuk mengurangi rasa sakit
  1. Antalgin
Obat ini digunakan untuk mengurangi rasa sakit dan pusing, sakit kepala dan sakit gigi
  1. Paracetamol
Obat ini digunakan untuk  Penurun panas, demam, pegal-pegal dan sakit kepala
  1. Papaverin
Untuk mengobati penderita Sakit perut
  1. Vitamin C
Obat ini digunakan untuk mengobati Sariawan
  1. Dexametason
Obat ini digunakan untuk mengobati Sesak nafas
  1. Tai pin san
Obat ini digunakan untuk mengobati sakit perut, perut kembung dan sesak napas
  1. Sangobion
Obat ini digunakan untuk mengobati anemia karena kurang zat besi dan mineral lain yang membantu pembentukan darah
  1. Antasid
Obat ini digunakan untuk mengobati sakit maag dan mual-mual karena maag
  1. Diapet
Obat ini digunakan untuk mengurangi fkekuensi buang air besar dan memadatkan tinja
  1. Neo diastop
Digunakan untuk pengobatan sistemuk pada diare non spesifik
  1. Babell
Obat ini digunakan untuk mengobati sakit perut
Overdosis
Overdosis (disingkat OD) atau kelebihan dosis adalah gejala terjadinya keracunan akibat obat yang melebihi dosis yang bisa di terima oleh tubuh. OD sering disangkutan dengan terjadinya bila heroin digunakan bersama alkohol, obat tidur misalnya golongan barbiturat (luminal) atau penenang (valium, xanax, mogadon/BK dan lain-lain). Jangan mengonsumsi heroin bersama alkohol atau obat tersebut.
Gejala klinis
  1. Penurunan kesadaran.
  2. Frekuensi pernapasan kurang dari 12 kali/menit.
  3. Pupil miosis
  4. Adanya riwayat pemakaian obat-obat terlarang
Cara Menyimpan Obat yang Benar
Top of Form
Bottom of Form
Berikut adalah tips cara menyimpan obat yang benar :
  1. Sediakan wadah penyimpanan obat dan pilah-pilah obat menurut jenisnya, untuk memudahkan ketika kita mencarinya.
  2. Simpan obat dalam kemasan asli dan dalam wadah tertutup rapat.
  3. Simpan obat pada suhu kamar dan terhindar dari sinar matahari langsung atau seperti yang tertera pada kemasan.
  4. Simpan obat ditempat yang tidak panas atau tidak lembab karena dapat menimbulkan kerusakan.
  5. Jangan menyimpan obat bentuk cair dalam lemari pendingin agar tidak beku, kecuali jika tertulis pada etiket obat.
  6. Periksa kondisi obat secara rutin, jangan menyimpan obat yang telah kadaluarsa atau rusak.
  7. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  8. Bersihkanlah wadah/kotak tempat penyimpanan obat secara rutin.
  1. Mengetahui arti, guna dan bahaya obat
Obat adalah bahan atau campuran bahan yang digunakan untuk :
    • Mencegah penyakit
    • Menyembuhkan penyakit atau gejala
    • Memperingan sakit menentukan/disgnosa sesuatu penyakit.
Penyakit dibagi menjadi dua, yaitu: badaniah dan rohaniah, baik pada manusia maupun hewan. Penyakit badaniah, misalnya : tipus, luka, dan sebagainya. Penyakit rohaniah, missal nya : gila, dan sebagainya.
Obat pada hakikatnya adalah takaran/jumlah, cara, waktu dan lama penggunaan yang tepat, agar tidak sampai meracuni manusia.
  1. Mengetahui obat yang dapat dipergunakan untuk pertolongan pertama
    Mengerti tentang obat-obatan yang dipergunakan untuk pertolongan pertama pada :
    • Diare : Oralit
    • Penyakit kulit :
  • Luka: providon yodium
  • Biang keringat: bedak salisil
  • Infeksi pada mulut bayi: gentian violet
    • Batuk :
      • Obat Batuk Hitam (OBH)
      • Obat batuk lain sesuai dengan jenis batuknya
    • Demam tinggi :
      • Asetosal
      • Parasetamol
    • Penyakit kecacingan :
      • Piperazin
      • Pirantel pamoat
    • Obat luka bakar ringan : Salep minyak ikan
Mengetahui bahaya penggunaan obat yang malampaui takaran dan obat yang memakai resep dokter Telah diuraikan di atas, bahwa obat pada hakikatnya dalaha racun. Pemakaiana obat yang tidak sesuai dengan aturan pemakaian yang tercantum pada etikatnya, dapat membahayakan pemakainya.Apabila obat diminum kurang dari yang trcantum pada etiketnya, maka penderita tidak akan sembuh, hal ini perlu diperhatikan, pada obat yang disebut antibiotika. Khusus untuk obat ini, dokter akan memberitahukan agar obatnya diminum sampai habis, artinya jumlah yang diberikan dokter sesuai dengan yang tercantum pada resep harus diminum seluruhnya sesuai dengan petunjuk pada etiket.
Apabila berlebihan, maka akan timbul gejala keracunan, dan jika tidak segera ditangani, dapat menyebabkan kematian. Dan Biasanya Antibiotik tidak efektif menangani infeksi akibat virus, jamur atau nonbakteri lainnya. Antibiotik berbeda dengan desinfektan karena cara kerjanya adalah membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup. Ada beberapa Antibiotika yakni Antibiotika oral ( yang dimakan) mudah digunakan bila efektif, dan antibiotika instravena (melalui infus) digunakan untuk kasus yang lebih serius. Antibiotika kadang kala dapat di gunakan setempat, seperti tetes mata dan salep.
Mengetahui cara menyimpan obat yang baik dan benar
Obat-obatan pada umumnya adalah bahan yang terdiri dari zat kimia yang sangat peka terhadap panas, kelembaban dan sinar matahari. Oleh karenanya untuk menjaga agar obat-obatan tetap baik mutu maupun khasiatnya, obat ini harus disimpan pada tempat yang sejuk dan kering serta tidak terkena sinar matahari langsung.
Obat yang tidak layak dikonsumsi adalah obat-obatan yang sudah kadaluwarsa, rusak, ataupun palsu, yang mana jika kita konsumsi akan membawa dampak buruk bagi kesehatan tubuh. Namun ada beberapa ciri-ciri obat-obatan yang tidak layak untuk dikonsumsi yang dapat kita ketahui. Apa saja ciri-ciri tersebut ?, kedua adalah untuk obat berjenis puyer. Untuk menandakan puyer yang tidak layak dikonsumsi adalah dengan melihat warnanya. Jika warna puyer sudah mengalami perubahan, maka janganlah untuk mencoba mengkonsumsi puyer tersebut. Karena puyer yang mengalami perubahan pada warnanya biasanya puyer tersebut sudah rusak atau kadaluwarsa. Kemudian untuk obat yang berbentuk sirup kita bisa menghitung hari dari botol obat sirup mulai dibuka. Obat sirup biasanya hanya tahan sekitar 1 minggu sejak tutup botol dibuka. Namun jika kita menyimpanya di dalam kulkas, obat sirup akan mampu bertahan lebih lama, yaitu sekitar 30 hari. Selain itu kita juga bisa melihat warna dari sirup tersebut, apabila warna sirup sudah mengeruh, maka sirup tersebut sudah tidak layak untuk dikonsumsi.
Lingkungan Hijau
Obat-obatan dengan tanda lingkaran hijau mengindikasikan bahwa obat ini dapat dibeli bebas di pasaran. Yang termasuk dalam golongan ini antara lain, vitamin, oralit, pedialit dan sebagainya.
Lingkungan Biru
Lingkaran biru yang terdapat dalam kemasan obat mengindikasikan bahwa obat ini dijual bebas terbatas. Maksudnya, meski bisa dibeli tanpa resep dokter, tapi aturan pakai dan efek sampingnya harus menjadi perhatian. Penggunaannya pun harus sesuai dengan indikasi yang tertulis pada kemasannya. Yang termasuk dalam golongan lingkaran biru antara lain obat batuk dan obat demam.
Lingkungan Merah
Lingkaran merah menunjukkan bahwa obat tersebut termasuk golongan obat keras yang harus diresepkan dokter. Yang termasuk dalam golongan ini adalah antibiotik, obat-obat hormonal dan sebagainya.
Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku. Zat yang termasuk psikotropika antara lain:  Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandarax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Alis Diethylamide), dan sebagainya.
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Yang termasuk jenis Narkotika adalah :  Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja, garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina.

 

 

 

PRAMUKA PENEGAK

 

Mengetahui tanda-tanda obat yang rusak Obat yang sudah rusak dapat ditandai dengan perubahan pada warna, bentuk, rupa dan rasanya.Obat berbentuk cairan, apabila disimpan lama dapat berubah, misalnya yang semula jernih dapat menjadi keruh atau pada bagian bawahnya terbentuk endapan.Sebelum memakai, obat cairan sebaiknya dikocok dahulu.

Apabila endapannya hilang sesudah dikocok, obat dapat digunakan.Apabila pada bagian atas cairan terdapatbintik-bintik putih, obat ini tidak dapat menimbulkan penyakit. Terjadinya binti-bintik putih tersebut disebabkan oleh adanya kotoran yang masuk kedalam botol obat, antara lain karena telah digunakan, botolnya dibiarkan terbuka dan tidak segera ditutup.Tablet yang rusak dapat diketahui dari bentuknya, misalnya tablet tersebut pecah atau retak. Tablet yang mudah pecah antara lain adalah yang mengandung enzyme pencernaan. Apabila warna tablet berubah, misalnya yang semula berwarna putih menjadi berbintik-bintik kuning kecoklatan, kemungkinan tablet tersebut sudah terlalu lama disimpan, sehingga terjadi reaksi kimia. Perubahan ini jelas terjadi pada tablet yang mengandung vitamin C,diman warna tablet berubah dari putih menjadi berbintik-bintik pada penyimpanan yang lama dan tempat penyimpanan yang tidak memenuhi syarat.Salep yang rusak dapat diketahui dari warnanya yang berubah atau baunya yang menjadi agak tengik. Beberapa salep tertentu pada penyimpanan yang lama akan menjadi cair.

Obat-obatan yang rusak harus dibuang, karena bila disimpan akan digunakan oleh orang lain.3.Obat-obatan yang dapat digunakan untuk pertolongan pertama1.Obat diareObat yang dianjurkan untuk diare adalah Oralit. Cara pemakainnya adalahdengan melarutkan 1 bungkus oralit dalam 1 gelas air yang sudah dimasak dan diminumkan pada penderita.Oralit yang ada di pasaran ada 2 kemasan, ialah yang untuk dilarutkan dalam 1 gelas (200 cc), dan yang untuk dilarutkan dalam 1 liter air. Oralit buatan pabrik Farmasi tertentu mencantumkan di belakang nama oralitangka 200 atau 1000 yang menunjukkan bahwa obat tersebut harus dilarutkan dalam air 1 gelas atau air 1 liter.Beberapa hal yang perlu diingat adalah:*.Jangan menggunakan air sedang mendidih atau direbus.*.Jika penderita muntah, pemberian larutan oralit dihentikan dahulu, kemudian dilanjutkan lagi. Larutan oralit diberikan sedikit demi sedikit dan sering sampai habis.*.Pemberian oralit dapat dihentikan bilapenderita telah segar kembali dan tidak merasa haus lagi, atau sampai penderita tidak merasa haus lagi.*.Setelah lebih dari 24 jam jangan diminum lagi buatlah larutan yang baru.*

Selama diare makanan dan minuman harus tetap diberikan makanan ekstra.*.Untuk bayi yang disusui dengan :ASI :Pemberian ASI sekurang-kurangnya setiap 3 jam selama masa diare.Susu Formula :Pemberian susu formula dapat terus diberikan tetapi diselang-seling dengan air putih dalam jumlah yang sama banyak dan diberikan paling sedikit 3 jam sekali.*.Bila sampai hari kedua penderita masih terus diare, atau bila keadaan penderita menjadi lebih parah, penderita harus segera dibawa ke tempat pelayanan kesehatan (Puskesma/Rumah Sakit) terdekat. Selama dalam perjalanan larutan oralit terus diberikan.keterangan lebih lengkap (aturan pemakaian, dan sebagainya) bias dilihat pada bugkus oralit.2.Penyakit KulitPenyakit kulit bermacam-macam, seperti luka karena terpotong biang keringat, gatal karena alergi, penyakit yang disebabkan oleh jamur seperti panu, kadas, kurap dan lain-lain.Untuk mencegah infeksi luka dapat digunakan Providon yodium.Untuk mengobati biang keringat dapat diberikan bedak salisil pada tempat yang terkena. Bayi yang terkena infeksi pada mulutnya diberi Gentian Violet dengan cara mengoleskan obat tersebut dengan kapas.Untuk mengobati panu, kadas dan kurap digunakan obat-obat yang mengandung asam salisilat, asam benzoate, yodium dalam larutan yang mengandung alcohol.3.BatukBatuk dapat diobati dengan obat batuk hitam (OBH) atau obat lain. OBH umumnya untuk orang dewasa, diminum 3 kali sehari 2 sendok makan.OBH untuk anak-anak, diminum 3 kali sehari ½ sendok sampai 1 sendok makan. Obat batuk produksi pabrik farmasi dapat dibaca petunjuk pemakaian pada etiket atau pembungkusnya.4.DemamDemam merupakan gejala suatu penyakit. Untuk penyakit yang ringan, seperti bayi yang sedang tumbuh gugu, dapat diberi asetosal atau parasetamol sesuai dengan petunjuk dokter atau sebagaimana tertera pada etiket obat tersebut. Apabila setelah diberi obat, panasnya tidak segera turun, penderita harus segera dibawa ke Puskesmas, Rumah Sakit terdekat. Khusus untuk Asetosal penggunaannya paling lama 2 hari.Asetosal maupun Parasetamol harus diminum sesudah makan, untuk dewasa 3 kali sehari 1 tablet @ 500 mg.untuk anak-anak takaran disesuaikan dengan umurnya.*.Asetosal :1 – 2 tahun:Tidak boleh diberikan untuk bayi umur di bawah 1 tahun*.Parasetamol:0 – 1 tahun : 60 – 120 mg, tiap 4 – 6 jam.1 – 5 tahun: 120 – 250 mg, tiap 4 – 6 jam6 – 12 tahun : 250 – 500 mg, tiap 4 – 6 jamTablet untuk anak : @ 60 mg.Sirup untuk anak: 120 mg/5 ml.5.Penyakit KecacinganPenyakit kecacingan disebabkan karena kebersihan lingkungan atau kebersihan diri kurang diperhatikan. Obat untuk mengobati penyakit kecacingan misalnya: Piperazin, Pirantel Pamoat.Piperazin maupun Pirantel Pamoat ada dalam bentuk tablet maupun berbentuksirup dalam botol kecil/60 ml.*.Piperazin:- Tablet @ 250 mg dan @ 500 mg.- Sirup 500 mg/5 ml dan 1.000 mg/5 ml.*.Pirantel Pamoat:- Tablet @ 125 mg dan @ 250 mg- Sirup 125 mg/5 ml dan 250 mg/5 ml.Kedua obat cacing ini bisa dibeli tanpa resep dokter dalam jumlah tertentu. Oleh sebab itu sebelum menggunakan obat ini agar dibaca keterangan yang terdapat pada etiket, pembungkus ataubrosur masing-masing obat.*.Piperazin :- Dewasa dan anak di atas 6 tahun : 3 x sehari 100 mg (2 tablet @ 500 mg) atau 3 x sehari 1 sendok the (1000 mg/5 ml)- Anak-anak 3 – 5 tahun: 2 x sehari ½ sendok teh (2 ½ ml sirup yang mengandung 1000 mg/5 ml atau sirup yang mengandung 500 mg/5 ml)*.Pirantel Pamoat :- Anak umur diatas 2 – 5 tahun : 1 x sehari 1 tablet @ 125 mg- Anak umur 5 – 10 tahun: 1 x sehari 2tablet @ 125 mg atau 1 tablet @ 250 mg- Anak umur 10 – 15 tahun : 1 x sehari3 tablet @ 125 mg- Anak diatas 15 tahun – dewasa : 1 x sehari 4 tablet @ 125 mg atau 2 tablet@ 250 mg.Catatan : Pirantel Pamoat tidak boleh diberikan pada anak umur dibawah 2 tahun.6.Obat Luka Bakar RinganObat luka bakar ringan seperti terkena benda panas, tersiram minyak panas dapat diobati dengan salep minyak kan. Apabila tidak ada minyak ikan di rumah, dapat digunakan margarine atau minyak goring.4.Mengerti tentang penggolongan obat dan dapat menyimpan obat-obatanObat dibagi menjadi 5 golongan, yaitu:

1.Narkotika

2.Psikotropika

3.Obat keras

4.Obat bebs terbatas

5.Obat bebas Narkotika, psikotropika dan obat keras adalah obat-obatan yang hanya dapat dibeli/diperoleh dengan resep dokter di Apotik, Rumah Sakit dan Puskesmas.Obat bebas dapat dikenal dengan adanya tanda berupa bulanan berwarna hijau yang tertera pada etiketnya.Obat bebas terbatas dapat diketahui dengan adanya bulatan berwarna biru tua dengan lingkaran hitam.Obat bebas terbatas pada hakekatnya adalah juga obat keras oleh karenanya pada etiketnya juga terdapat tanda peringatan, berupa segi empat berwarna dasar hitam denagn tulisan yang berwarna putih.Pemakaian obat ini harus sesuai dengan petunjuk yang tertera pada etiket obat tersebut, misalnya :4 kali sehari 1 kapsul3 kali sehari 1 tablet3 kali sehari 1 sendok makanPada etiket obat, sering tercantum pemakaiannya sebelum atau sesudah makan. Hal ini harus pula diperhatikan oleh si pemekai, agar obat yang dimakan berkhasiat bagi tubuhnya.Dari cara pemakaiannya, obat dibagi dalam 2 golongan, Yaitu :

*.Obat dalam dan *.Obat luar Yang dimaksud dengan obat dalam ialah obat-obatan yang dimakan.

Obat luar adalah obat yang digunakan dengan cara:*.Digosokkan, misalnya salep*.Diteteskan, misalnya tetes mata*.Dimasukkan dalam dubur, misalnya obat wasir*.Disuntikkan.Apabila kita membeli obat di apotik, obat luar dan obat dalam dapat dibedakan dari warna etiketnya.Obat yang digunakan sebagai obat dalam adalah obat yang memakai etiket putih, sedangkan obat luar memakai etiket biru.Obat yang beredar bermacam-macam bentknya, dimulai dari yang sederhana, ialah serbuk. Bentuk serbuk umumnya diberikan pada anak-anak kecil, yang masihsukar menelan bentuk tablet atau kapsul.Bentuk lain yang kita kenal adalah :- Pil- Tablet- Kapsul cairan salep krim- PastaObat dalam bentuk cairan, dapat digunakan sebagai obat dalam maupun obat luar. Sebagai obat dalam : contohnya adalah obat batuk hitam.Obat luar berbentuk cairan yang sering kita jumpai, misalnya :- Obat suntik- Obat tetes mata- Obat gosok- Obat kompres dan sebagainya.Obat-obatan dapat dibuat sendiri oleh Apotik, Rumah Sakit, atau Puskesmas, misalnya yang berbentuk serbuk, obat kompres, bedak.Berdasarkan kandungan zat berkhasiat di dalam obat, maka pemberian nama obat dikenal sebagai berikut :*.Obat generic adalah obat dengan namaresmi yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia untuk zat berkhasiat yang dikandungnya. Contoh: Parasetamol, Dekstrometorfan dll.*.Obat Nama Dagang adalah obat dengan nama dagang sesuai dengan yang didaftarkan oleh pabrik pembuatnya. Contoh : Panadol, Bodrex, dll.*

Obat Paten adalah obat dengan nama dagang, mengandung zat berkhasiat yang dilindungi hak paten dan didaftarkan sebagai milik pabrik obat tertentu.Pada saat ini banyak obat-obatan yang diproduksi oleh pabrik farmasi. Untuk menjaga agar obat-obatan yang beredar adalah obat yang baik untuk mutu maupun khasiatnya, maka obat-obatan produksi pabrik farmasi ini harus didaftarkan lebih dahulu pada Departemen Kesehatan sebelum diedarkan.Obat yang telah didaftar, dapat diketahui dari nomor pendaftaran yang harus dicantumkan pada etiket, brosur dan pembungkus obat tersebut. Obat yang tidak terdaftar pada Departemen Kesehatan, tidak dijamin khasiat maupun mutunya.Oleh karena itu, sebelum membeli obat haruslah diperhatikan apakah pada pembungkusnya tercantum nomor pendaftaran.

Nomor pendaftaran diberikan oleh Departemen Kesehatan.5.Mengetahui Jenis Obat yang TerlarangSelain obat-obatan yang digunakan untuk mengobati penyakit, ada pula beberapa jenis obat yang sesudah diselidiki ternyata mempunyai akibat sampingan yang membahayakan. Oleh karenanya obat-obat tersebut dilarang digunakan.Contoh :

  1. Talidomide : menyebabkan cacat padajaninb.
  2. LSD : menyebabkan ketergantunganc.
  3. Heroin : menyebabkan ketergantungand.
  4. Ganja : menyebabkan ketergantungan