Kwartir Nasional Undang Wakil Presiden Untuk Menutup Raimuna Nasional ke – 10

Wakil Presiden (Wapres) Boediono menerima Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Papua Syamsul Arief Rifai, Selasa 5 Juni 2012. Turut hadir dalam pertemuan itu, Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Kak Azrul Azwar, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kak Alex Hesegem, dan Ketua Panitia Raimuna Kak Constant Karma.

Plt. Gubernur Papua dan petinggi Pramuka  mengundang Wakil Presiden menghadiri penutupan Raimuna Nasional ke-10 yang akan dilaksanakan di Jayapura, Provinsi Papua.

Raimuna adalah kegiatan kepramukaan yang diikuti oleh Pramuka Penegak (usia; 16-20 tahun / SMA) dan Pandega (usia 21-25 tahun / Mahasiswa) dalam bentuk perkemahan. Kata Raimuna berasal dari bahasa Ambai, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua yang memiliki arti sekelompok orang yang hidup dalam suatu kekuatan dengan dijiwai oleh sesuatu daya kekuatan yang selalu memberi semangat tinggi dalam mencapai tujuan. “Istilah yang digunakan pergi perang untuk menang,” ujar Kak Hesegem.

“Semula Raimuna Nasional ke-10 akan dilaksanakan 25 Juni hingga 1 juli 2012. Tetapi sesuai arahan Presiden diundurkan menjadi 3 Juli hingga 9 Juli 2012,” ujar Rifai. Ia menjelaskan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan tiba di Jayapura dari Australia pada 2 Juli 2012.

Rifai melaporkan bahwa Raimuna Nasional diikuti oleh 7.500 peserta dari seluruh Indonesia, dan juga beberapa negara tetangga, seperti Papua Nugini, Brunei dan Malaysia. “Kesiapan infrastruktur sudah mencapai 90% ; sebagian sudah 100%,” ucap Rifai.

Wakil Presiden menyambut baik kegiatan Raimuna Nasional dilaksanakan di Papua. “Saya akan luangkan waktu untuk hadir di Papua,” ucap Wapres. Ia juga memuji upaya melaksanakan Raimuna Nasional di Papua, karena sebagian besar dari peserta Raimuna Nasional baru pertama kali menginjakkan kaki di tanah Papua.

“Anak-anak kita, adik-adik kita berkumpul bersama melihat tanah Papua. Mungkin banyak yang baru pertama kali melihat wilayah paling timur dari tanah air. Mungkin sebelumnya mereka hanya membayangkan saja. Mereka akan menyadari betapa luasnya tanah air,” ujar Wapres.

“Meski Raimuna berasal dari bahasa Yapen, tetapi baru pada pelaksanaan kesepuluh dilaksanakan di tanah Papua,” ujar Hesegem. Lokasi perkemahan terletak di berada di kota Jayapura dan memiliki luas 20 hektar.(pramuka.or.id)

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.