Bakti Masyarakat di Kradenan, Girirejo, Imogiri, Bantul

(24/3) Akhir pekan ini, Saka Bakti Husada Kota Yogyakarta mendapatkan kesempatan untuk membantu penanganan pasca banjir/tanah longsor di Imogiri.

Sejak 4 Desember 2016, Saka Bakti Husada Kota Yogyakarta (SBH Jogja) menjadi satuan karya pramuka yang tergabung dalam Disaster Respon Unit (DRU) milik SAR-DIY. Ketika terjadi bencana dan akan melakukan aksi tanggap bencana, koordinasi antara DRU SBH Jogja dan SAR-DIY akan jadi lebih mudah.

Melibatkan diri dalam bidang Kebencanaan, membuka kesempatan bagi anggota SBH Jogja untuk terjun langsung membantu masyarakat terdampak bencana sebagai salah satu wujud bina masyarakat.

Melalui instruksi yang diberikan oleh Ketua Pengurus Harian DRU SAR-DIY, Wahid Hidayanto. Bahwa pada tanggal 24 Maret 2019 anggota DRU SAR-DIY diminta untuk mengikuti giat relawan hari terakhir penanganan pasca banjir/tanah longsor di Imogiri.

Agenda kegiatan yang dilakukan dalam penanganan pasca banjir antara lain, Pembersihan sumur warga terdampak, Pembersihan lingkungan warga terdampak, dan distribusi logistik yang masih ada.

Berkumpul dan briefing dilakukan di Alun-alun Imogiri sebelum dapat terjun ke lapangan. Dalam briefing dijelaskan terkait titik lokasi dan teknis kerja bakti yang akan dikerjakan.

Titik lokasi kerja bakti berada di sepanjang bantaran sungai Celeng yang melewati beberapa Wilayah di Kelurahan Wukirsari, Kelurahan Imogiri, Kelurahan Karang Talun, Kelurahan Girirejo, Kelurahan Karang Tengah, dan Kelurahan Sriharjo.

Penanganan daerah terdampak hanya dilakukan di sepanjang bantaran sungai dengan radius ± 100 m (sisi kanan & kiri) dari sungai sepanjang ± 4 km.

Pada giat relawan kali ini, SBH Jogja hanya mengirimkan dua personil (Kak Saleh & Kak Hakiim) karena anggota lain DRU SBH Jogja berhalangan hadir. Dalam giat relawan, SBH Jogja satu kelompok dengan FPRB Wonolelo (Bojong Rescue) dan RSM (relawan sahabat muslim) ditempatkan di Kradenan, Girirejo, Imogiri, Bantul.

Dalam giat relawan di Kradenan, kami membantu warga lokal untuk membersihkan jalan yang terkena lumpur, membersihkan bantaran sungai, memangkas pohon yang berpotensi jatuh (agar tak mengenai rumah warga), membuka jalan yang tertutup tembok yang runtuh karena banjir, membersihkan sumur yang tertutup lumpur, membersihkan saluran air, dls.. Giat relawan ini dilakukan dari pagi hingga siang, meski cuaca hari ini tidak mendukung, antusias warga dan relawan tidak terhenti dan pekerjaan ini dapat terselesaikan dengan baik.