Diawali dengan penyampaian materi gerakan masyarakat hidup sehat (16/3) di Rumah Sehat Lansia, sosialisasi diberikan kepada para kader kesehatan yang kemudian akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang dilakukan pada hari Minggu (18/3) di kawasan Car Free Day Sudirman dan 0 Km Malioboro.

Penyampaian materi diberikan dengan materi awal mengenai Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Materi ini disampaikan oleh mas Jais dengan memberikan gambaran awal tentang wujud perilaku sehat yang sebaiknya dilakukan oleh setiap masyarakat.

Bentuk kegiatan itu kemudian dimasukkan ke dalam program CERDIK sebagai upaya preventif yang dibuat agar masyarakat yang masih sehat dan bugar dapat terhindar dari berbagai penyakit tidak menular (PTM).

  • Cek kesehatan secara berkala
  • Enyahkan asap rokok
  • Rajin Olahraga
  • Diet sehat dengan kalori seimbang
  • Istirahat yang cukup
  • Kelola stress

Namun, bagi yang telah memiliki penyakit tidak menular (PTM) agar penyakit tidak semakin parah dan tetap terkontrol kesehatannya dibuat juga program PATUH.

  • Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter
  • Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur
  • Tetap diet sehat dengan gizi seimbang
  • Upayakan beraktivitas fisik yang aman, serta
  • Hindari rokok, alkohol dan zat karisogenik lainnya

Dalam gerakan Germas tersebut terdapat anjuran untuk menghindari rokok sebagai salah satu perilaku hidup sehat yang dapat mencegah terjadinya penyakit yang tidak menular, penyakit ini biasa terjadi karena perilaku sehari-hari yang tidak baik. Dampak yang dialami akan terasa di masa mendatang ketika telah mengalami penuaan.

Untuk membantu menyukseskan program Germas tersebut, maka dibuatlah Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Penyampaian materi tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) ini disampaikan juga di Rusela (16/3) yang dibawakan oleh mas Amir. Penyampaian yang diberikan berkaitan dengan kawasan atau tempat yang tidak diperbolehkan adanya unsur yang mengandung rokok di KTR.

Sesuai dengan Perda tersebut tentang Kawasan Tanpa Rokok, bahwa terdapat beberapa lokasi yang diatur, diantaranya:

  • Fasilitas Pelayanan Kesehatan
  • Tempat Proses Belajar Mengajar
  • Tempat Anak Bermain
  • Tempat Ibadah
  • Angkutan Umum
  • Tempat Kerja
  • Tempat Umum dan Tempat Lain yang Ditetapkan

“Di luar Kawasan Tanpa Rokok (KTR) tetap dilarang merokok apabila terdapat ibu hamil dan anak-anak”

Adapun hal-hal yang tidak boleh dilakukan di KTR tersebut antara lain:

  • Merokok
  • Memproduksi Produk Tembakau
  • Menjual/Beli Produk Tembakau
  • Mengiklankan Produk Tembakau
  • Mempromosikan Produk Tembakau

Pelanggaran dari Perda ini akan dikenakan sanksi berupa Pidana Kurungan selama maksimal 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 7.500.000,00

Perda ini akan berlaku pada tanggal 20 Maret 2018 di seluruh kota Jogja. Oleh karena itu, maka diperlukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai Perda tentang KTR. Sosialisasi dilakukan di kawasan Car Free Day Sudirman yang berada di seputar Gramedia Kota Baru dan di kawasan 0 Km Malioboro. Hal ini disambut baik oleh masyarakat yang berada di lokasi tersebut. Besar harapan mereka juga, agar Perda ini dapat berlaku secara maksimal.

 

(Materi di Rusela)

 

(Sosialisasi di Car Free Day Sudirman & 0 Km Malioboro)